Palu – Pemerintah Kota Palu mulai memperkuat pasokan pangan lokal sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga menjelang periode yang rawan tekanan inflasi.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui panen perdana tomat Program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan) di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Selasa 6/10/26.
Panen dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. Tomat yang ditanam sejak Agustus 2026 itu sudah dapat dipanen sekitar dua bulan kemudian.
“Sekarang kita berada di lahan Program Palu Mapan di Kawatuna. Ini panen pertama dari yang awal kita tanam. Mulai menanam di bulan Agustus, dua bulan setelahnya kita panen hari ini,” ujar Imelda.
Produksi tomat Kawatuna diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Pasar Masomba. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperpendek rantai pasok sekaligus menjaga ketersediaan komoditas di pasar.
Imelda mengatakan produksi pangan lokal menjadi semakin penting karena November dan Desember merupakan periode yang perlu diantisipasi dari sisi inflasi.
“Bulan November dan Desember adalah bulan-bulan inflasi. Sehingga kita bisa menekan angka inflasi kita menjadi lebih baik ke depan karena Program Palu Mapan berjalan dengan baik dan selalu kita kawal,” jelasnya.
Menariknya, tanaman tomat tetap mampu berproduksi di tengah tantangan El Nino. Imelda menilai kondisi tersebut menunjukkan petani tidak boleh berhenti beradaptasi terhadap perubahan iklim.
“El Nino kita tidak boleh menyerah. Karena El Nino itu sesuatu yang pasti terjadi. Kita harus semangat, harus tetap berusaha dan terus berupaya. Alhamdulillah berhasil dengan panen hari ini,” kata Imelda.
Ia juga mengapresiasi kualitas tomat hasil panen Kawatuna yang dinilai memiliki daya simpan lebih baik karena lokasi pertanian berada di dataran lebih tinggi.
“Kualitasnya bagus, alhamdulillah. Lebih tahan lama karena berada di daerah yang ketinggiannya lebih tinggi,” ungkapnya.
Program Palu Mapan saat ini telah dikembangkan di sembilan kelurahan dengan lahan sekitar satu hektare di setiap lokasi. Selain tomat, pemerintah akan melanjutkan panen berbagai komoditas pangan lainnya.
“Sekarang tomat dulu yang kita selesaikan untuk panennya. Insyaallah menyusul panen komoditas lainnya,” tutur Imelda.
Pemkot Palu berharap pengembangan pangan lokal tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat pasokan pasar, membuka peluang ekonomi petani, dan membantu menjaga stabilitas harga di Kota Palu. (*)
















