Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Palu Masuk 10 Besar Inflasi Terendah, Imelda: Jangan Sampai Terlempar

14
×

Palu Masuk 10 Besar Inflasi Terendah, Imelda: Jangan Sampai Terlempar

Sebarkan artikel ini

Palu – Kota Palu masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia hingga September 2026. Pemerintah Kota Palu pun diminta menjaga capaian tersebut hingga akhir tahun.

Hal itu menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu yang dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Selasa 6/10/26, di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu.

Berdasarkan laporan yang dibahas dalam rapat, inflasi Kota Palu tercatat sebesar 0,17 persen secara month to month (m-to-m), 2,82 persen secara year to date (y-to-d), dan 2,80 persen secara year on year (y-on-y).

Imelda meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus memperkuat langkah pengendalian harga dan menjaga ketersediaan kebutuhan pokok.

“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” ucap Imelda.

Sejumlah program kemudian dievaluasi untuk mempertahankan kondisi tersebut, mulai dari pasar murah, Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, hingga pasar tani.

Pengendalian inflasi juga diperkuat melalui program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), khususnya Palu Menanam.

Imelda mengatakan, pada pagi hari sebelum rapat TPID, dirinya memimpin panen tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Panen tersebut menjadi salah satu contoh produksi pangan lokal yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan di tingkat kelurahan.

“Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil,” ungkap Imelda.

Program Palu Menanam dikembangkan di sejumlah kelurahan dengan komoditas yang disesuaikan dengan potensi wilayah, antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung.

Peningkatan produksi pangan lokal diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga komoditas strategis.

Imelda menekankan pentingnya sinergi seluruh OPD agar berbagai program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan dapat terus berjalan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *