Palu – Moh. Anugrah Pratama (Nugi), resmi menyatakan mengakhiri statusnya sebagai kader Partai NasDem dan memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pernyataan tersebut disampaikan Nugi dalam konferensi pers yang digelar di salah satu kafe di Kota Palu, Selasa, 29/9/26. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan keputusan politiknya sekaligus menyampaikan sejumlah alasan di balik perpindahannya dari NasDem ke PSI.
Putra politisi senior Ahmad M Ali itu mengatakan, seluruh dokumen terkait pengunduran dirinya telah diserahkan kepada Ketua DPD Partai NasDem dan selanjutnya dikonfirmasi serta diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Jadi saya sudah resmi bukan NasDem lagi,” katanya.
Menurut Nugi, proses verifikasi tersebut dilakukan saat dirinya berada di Jakarta. Konfirmasi dengan KPU dilakukan melalui sambungan video dan proses verifikasi berlangsung pada hari yang sama.
Nugi menyampaikan apresiasi kepada Partai NasDem yang telah memberinya kesempatan selama sekitar empat tahun menjadi kader. Ia menyebut NasDem sebagai partai pertama yang menjadi tempatnya mengenal dan terjun ke dunia politik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kolega-koleganya di DPRD Kota Palu yang selama ini memberikan pengalaman dan pembelajaran, termasuk mengenai birokrasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada jajaran Sekretariat DPRD Kota Palu yang menurutnya telah banyak membantu dan memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai anggota DPRD.
Meski berganti partai, Nugi menegaskan perubahan tersebut tidak akan mengubah komitmennya terhadap konstituen. Ia menyatakan tetap ingin menjalankan perannya dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Jabatan bukanlah halangan saya untuk berbuat baik. Saya masih jadi Nugi yang seperti dulu. Mungkin partainya sudah berbeda, akan tetapi saya masih seperti yang dulu,” katanya.
Terkait keputusannya bergabung dengan PSI, Nugi mengatakan pilihannya didasarkan pada pertimbangan terhadap visi dan misi partai yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan kebutuhan konstituen di lapangan.
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar setelah mempertimbangkan arah politiknya ke depan.
“Maka dari itu saya memilih partai ini dalam kesadaran penuh,” ujarnya.
Dengan adanya keputusan tersebut, Nugi memasuki fase politik baru bersama PSI, sembari menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi politiknya dan memperjuangkan kepentingan masyarakat yang diwakilinya. (*)
















