Palu – Keputusan Moh. Anugrah Pratama (Nugi) meninggalkan Partai NasDem dan memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak hanya berkaitan dengan langkah politik ke depan.
Nugi juga mengungkap pengalamannya selama menjadi kader NasDem, termasuk terkait jargon “partai tanpa mahar”.
Dia mengatakan, sejak awal NasDem dikenal dengan jargon partai tanpa mahar. Namun, setelah dirinya menjadi bagian dari partai tersebut, ia mengaku menemukan pengalaman yang menurutnya tidak sesuai dengan jargon tersebut.
“NasDem sebenarnya dari awal itu jargonnya kan partai tanpa mahar. Setelah saya masuk di dalam, itu tidak sesuai,” kata Nugi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjelaskan alasan di balik keputusannya meninggalkan NasDem dan memilih PSI.
Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil dalam kesadaran penuh. Selain pengalaman selama berada di NasDem, Nugi melihat adanya kesesuaian antara visi dan misi PSI dengan kepentingan konstituen yang selama ini ia temui di lapangan.
Menurutnya, PSI juga merupakan partai yang tengah berkembang dan memiliki sumber daya yang dinilai dapat digunakan untuk mendorong kemajuan masyarakat.
Nugi mengatakan, setelah keluar dari NasDem, dirinya kini lebih memilih fokus mempersiapkan perjalanan politiknya ke depan. Sementara persoalan emosional terkait keputusan tersebut, menurutnya, akan dipikirkan kemudian.
Dalam kesempatan itu, Nugi juga menyinggung faktor keluarga. Ia mengaku salah satu hal yang cukup berat baginya adalah ketika ayahnya merasa tidak dihargai, meski sebelumnya telah memberikan banyak pengorbanan untuk Partai NasDem.
Namun, Nugi tidak merinci lebih jauh persoalan yang dimaksud. Ia menyebut dinamika politik sulit diprediksi dan bisa saja terdapat persoalan atau perbedaan kepentingan di dalamnya.
Meski telah memilih jalur politik yang berbeda, Putra politisi Ahmad M Ali itu menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak menjadi persoalan dalam keluarganya.
“Politik ini adalah pekerjaan, Di rumah tidak ada ngomongin itu lagi,” katanya.
Kini, setelah resmi meninggalkan NasDem, Nugi menyatakan akan membawa pengalaman politik yang telah diperolehnya untuk melanjutkan langkah bersama PSI. (*)
















