Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Rekonstruksi Pascabencana Sulteng Jadi Rujukan Nasional Bangun Infrastruktur Tangguh

51
×

Rekonstruksi Pascabencana Sulteng Jadi Rujukan Nasional Bangun Infrastruktur Tangguh

Sebarkan artikel ini

Palu – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga atas keberhasilan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi 2018.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Sulawesi Tengah dalam Talkshow Kebijakan Umum Pascabencana Tsunami Sulawesi Tengah, yang dirangkaikan dengan kegiatan Knowledge Sharing Pelaksanaan Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Pascabencana 2018, di Sriti, Rabu 11/2/26.

“Sejak awal bencana, Kementerian PU bergerak cepat menolong korban, menyalurkan bantuan hingga memulihkan infrastruktur yang terdampak,” ujarnya.

Novalina menegaskan, pengalaman pahit bencana 2018 kini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota terdampak, khususnya dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berorientasi pada mitigasi bencana.

“Masyarakat Palu dan Sulawesi Tengah telah ditempa sehinga luka luka lama sudah berangsur hilang,” ungkapnya, menandai ketangguhan mental dan sosial masyarakat yang semakin kuat.

Sementara itu, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga, Oktaviano Dewo Satriyo, menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur di Palu dan sekitarnya mengedepankan prinsip Build Back Better (BBB), yakni membangun kembali dengan kualitas dan ketahanan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Pengalaman rekonstruksi Palu menjadi pembelajaran nasional dalam membangun infrastruktur yang tangguh terhadap bencana,” jelasnya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, S.T., M.T., melaporkan sejumlah proyek strategis yang telah diselesaikan, mulai dari rehabilitasi ruas jalan dalam Kota Palu, rekonstruksi jalan dan tanggul, pembangunan jembatan Huntap Tondo Talise, akses kawasan hunian tetap, jalan lingkar kota, hingga penggantian Jembatan Palu IV.

“Kementerian PU juga menerapkan kebijakan zero accident (nol kecelakaan kerja) dengan memastikan standar keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi berjalan optimal di seluruh proyek,” lapornya.

Keberhasilan pemulihan infrastruktur Sulawesi Tengah juga didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui proyek Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) yang mengusung prinsip Build Back Better.

“Alih pengetahuan merupakan prinsip penting bagi JICA. Kami meyakini bahwa meskipun proyek telah selesai, pembelajaran yang diperoleh akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Perwakilan JICA, Mr. Kakuda Kazuyuki, dalam sambutan yang diterjemahkan.

Kegiatan talkshow dan knowledge sharing ini secara simbolis dibuka dengan pemukulan gimba dan berlangsung selama dua hari, yang diisi seminar serta kunjungan lapangan ke sejumlah proyek hasil rekonstruksi pascabencana. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *