Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Polisi Luruskan Isu Penyerangan Warga Nunu di Balik Kasus Pengeroyokan Satpam

18
×

Polisi Luruskan Isu Penyerangan Warga Nunu di Balik Kasus Pengeroyokan Satpam

Sebarkan artikel ini

Palu – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu mengamankan satu tersangka kasus pengeroyokan terhadap seorang petugas keamanan (satpam) di Perumahan Metro Regency Palu. Tersangka yang ditangkap berinisial AC alias E, sementara polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku lainnya.

Kapolsek Palu Selatan, AKP Mohamad Kasim, mengatakan tersangka kini telah diamankan di Polresta Palu.

“Seorang tersangka pelaku pengeroyokan satpam di Perumahan Metro berinisial AC alias E kini telah diamankan di Polresta Palu. Saat ini baru satu orang yang diamankan. Kami masih melakukan pengembangan kasus. Nanti kami akan rilis kembali,” ujar AKP Mohamad Kasim kepada wartawan di Polsek Palu Selatan, Rabu 22/7/26.

Kapolsek menjelaskan, peristiwa itu bermula dari cekcok antara pasangan suami istri di Perumahan Metro pada Selasa malam 21/7/26. Korban berinisial MA yang bertugas sebagai satpam berupaya melerai sekaligus menegur tersangka.

Namun, tersangka diduga tidak menerima teguran tersebut. Ia kemudian meninggalkan lokasi dan kembali bersama sejumlah rekannya sebelum melakukan penganiayaan terhadap korban.

AKP Mohamad Kasim juga meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan penyerangan oleh warga Nunu.

“Kami tekankan tidak ada penyerangan oleh warga Nunu. Hal itu hanya tindakan spontanitas keluarga korban untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit. Perlu diketahui, kedua belah pihak yang bertikai masih berkerabat,” terangnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Semalam tokoh tokoh masyarakat kedua belah pihak telah bertemu di Polresta Palu. Mereka sepakat untuk berdamai. Alhamdulillah hingga saat ini situasi tetap kondusif. Saat ini korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *