Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Imelda Dorong Pendataan Akurat untuk Percepat Penurunan Stunting di Palu

18
×

Imelda Dorong Pendataan Akurat untuk Percepat Penurunan Stunting di Palu

Sebarkan artikel ini

Palu – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, kembali memimpin rapat kerja percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Palu yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu, Selasa 9/6/26.

Rapat tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Palu, Diah Puspita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Rochmat Jasin, para camat se-Kota Palu, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Imelda menegaskan keberhasilan program penurunan stunting tidak cukup hanya melalui perencanaan dan pelaporan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak untuk memastikan anak anak mendapatkan asupan gizi yang memadai.

Menurutnya, identifikasi penyebab stunting harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemantauan langsung terhadap kondisi keluarga dan anak sasaran program.

“Kita perlu melihat langsung kondisi anak anak yang menjadi perhatian kita. Dengan turun ke lapangan, kita bisa mengetahui persoalan yang sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujar wakil wali kota.

Imelda juga menekankan pentingnya edukasi kepada keluarga terkait pola asuh dan pola makan sehat. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada bantuan makanan tambahan, tetapi juga kebiasaan makan sehat yang diterapkan dalam keluarga.

Selain itu, ia meminta peningkatan kualitas pendataan dan pelaporan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

“Data yang baik akan membantu kita melihat perkembangan secara nyata dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Karena itu, pencatatan dan pelaporan harus dilakukan dengan benar dan konsisten,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang dipaparkan, sejumlah wilayah menunjukkan penurunan kasus stunting yang cukup signifikan. Kecamatan Palu Utara mencatat 24 kasus dan Palu Barat 27 kasus, menjadikannya wilayah dengan angka baduta stunting terendah. Sementara itu, Kecamatan Mantikulore masih mencatat 132 kasus dan Tatanga 85 kasus sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut.

Ketua TP PKK Kota Palu, Diah Puspita, turut menekankan pentingnya keseragaman dan akurasi data agar program penanganan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penurunan angka stunting di Kota Palu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *