Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaTeknologi

Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Buka Jalan Kreator Indonesia Raup Peluang dari AI

8
×

Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Buka Jalan Kreator Indonesia Raup Peluang dari AI

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe meluncurkan kolaborasi untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini menggabungkan program pemberdayaan anak muda milik Indosat, teknologi kreatif dan kurikulum berbasis AI dari Adobe, serta dukungan Kemenekraf dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan fondasi ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat.

“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya,” ujar Teuku Riefky.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menilai Indonesia memiliki potensi besar di sektor kreatif yang perlu didukung dengan akses teknologi dan keterampilan yang tepat.

“Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,” katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, pelanggan Indosat akan mendapatkan akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan, lengkap dengan materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyebut Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih untuk peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.

“Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” ujar David.

Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak berharap semakin banyak masyarakat Indonesia mampu mengembangkan ide kreatif menjadi karya bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif nasional di era digital. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *