Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk menjaga sekaligus menghidupkan nilai kearifan lokal. Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) di Grand Ballroom Mellinea Hotel Best Western Palu, Selasa 14/4/26.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat semangat “Nambaso” sebagai identitas sekaligus energi kolektif masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus berkembang tanpa melupakan akar budaya.
“Dengan semangat berjamaah dan ditopang kearifan lokal ini saya yakin Sulawesi Tengah bisa semakin Nambaso,” ujarnya.
Menurut Anwar Hafid, “Nambaso” bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan kebesaran Sulawesi Tengah yang harus diyakini dan tertanam dalam pola pikir masyarakat.
“Semangat nambaso yang ingin saya tularkan kepada masyarakat, bahwa Sulawesi Tengah ini memang besar atau nambaso,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengubah pandangan terhadap adat dan budaya yang kerap dianggap kuno. Justru, menurutnya, para penjaga tradisi merupakan sosok penting dalam menjaga identitas daerah.
“Melalui forum ini saya sangat berharap adat dan budaya bisa semakin hidup. Banyak sekali orang yang menganggap adat istiadat itu kuno, padahal mereka yang menjaga adat dan budaya lokal merupakan orang yang hebat,” ungkapnya.
Anwar Hafid menilai pergeseran nilai saat ini terjadi karena generasi mulai menjauh dari warisan leluhur. Ia mencontohkan perubahan cara berinteraksi yang meniru budaya Barat tanpa mempertimbangkan nilai lokal.
“Kita mau menyapa orangtua seperti di Amerika atau Barat, itu tidak cocok dengan budaya kita. Budaya cium tangan itu budaya orangtua kita dulu. Kalau di Barat sekadar mengucapkan halo itu sudah sebuah penghormatan tertinggi, tapi kalau di sini tidak bisa begitu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan konkret, terutama terkait pengakuan hak masyarakat adat, termasuk kepemilikan tanah.
“Kita upayakan agar hukum agraria ini bisa mengakui tanah adat di Sulawesi Tengah yang masih kuat bisa diakui secara kolektif kepemilikan tanah,” ujarnya.
Menurutnya, pengakuan tersebut juga berdampak pada pelestarian lingkungan.
“Kalau ini berhasil, hutan-hutan kita bisa terjaga dengan baik itu,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Anwar Hafid berharap FKPA tidak hanya berkembang di tingkat provinsi, tetapi juga menjangkau kabupaten dan kota.“Saya berharap forum ini tidak hanya di tingkat provinsi tapi juga di kabupaten dan kota,” pungkasnya. (AD)
















