Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Anwar Hafid Batal Kunjungi DPD RI, Fokus Tangani Korban Gempa Sulteng

10
×

Anwar Hafid Batal Kunjungi DPD RI, Fokus Tangani Korban Gempa Sulteng

Sebarkan artikel ini

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memilih membatalkan kehadirannya sebagai narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta setelah gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Selasa 16/6/26.

Padahal, Anwar Hafid dijadwalkan menjadi salah satu gubernur yang tampil sebagai narasumber dalam FGD bertema “Reformulasi Desain Desentralisasi Politik: Menuju Asimetrisme dan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif” yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 17/6/26.

Namun, demi memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat, Anwar memutuskan kembali ke Palu pada malam yang sama untuk memimpin langsung langkah tanggap darurat di lapangan.

“Malam ini saya segera kembali ke Palu dan sudah membatalkan hadir dalam acara FGD DPD RI itu, karena besok pagi saya langsung ke lokasi dimana masyarakat yang paling terdampak dan korban akibat gempa bumi hari ini Selasa 16/6/26 dengan kekuatan Magnitudo 6,7,” ujar Anwar Hafid.

Gempa yang terjadi pada 1 Muharram 1448 Hijriah itu dirasakan di sejumlah wilayah, di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso. Berdasarkan laporan yang diterima gubernur melalui komunikasi dengan Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae, kawasan Kamarora 1 dan Kamarora 2 menjadi wilayah yang mengalami dampak cukup parah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Gubernur langsung menginstruksikan Bupati Sigi dan Kepala BPBD Sulawesi Tengah untuk segera turun ke lapangan guna mempercepat penanganan masyarakat terdampak.

“Oleh sebab itu saya minta kepada Bupati Sigi dan Kepala BPBD Sulteng Asbudianto untuk segera ke lapangan khususnya yang terdampak parah agar ditangani secepatnya,” tegasnya.

Anwar juga memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat. Dinas Sosial diminta menyiapkan kebutuhan makanan dan minuman bagi warga terdampak, sementara BPBD bertugas menyediakan tenda pengungsian, air bersih, dapur umum, serta melakukan pendataan kerusakan rumah dan korban terdampak.

Di akhir keterangannya, Gubernur mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi kemungkinan gempa susulan.

“Mari kita selalu berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa agar bencana gempa bumi itu cepat berlalu dan kita semua dapat dilindungi. Olehnya kami harapkan masyarakat jangan panik, tetap tenang namun selalu waspada. Dan bagi petugas yang telah diberi amanah agar bekerja maksimal membantu masyarakat yang terdampak langsung bencana gempa bumi itu,” pungkas Anwar Hafid. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *