Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Owner Prima Production Soroti Minimnya Standar Honor Musisi di Sulteng

56
×

Owner Prima Production Soroti Minimnya Standar Honor Musisi di Sulteng

Sebarkan artikel ini

Palu – Persoalan standar honor bagi musisi dan penampil di Sulawesi Tengah menjadi salah satu sorotan dalam dialog bertema “Ekosistem Musik Sulawesi Tengah” yang digelar DPD PAPPRI Sulawesi Tengah di Ondewei 167,5 Cafe, Jalan Setia Budi, Kota Palu, Kamis 1/10/26.

Pay, Owner Prima Production, mengatakan saat ini sudah terdapat nilai yang menjadi acuan bagi penampil, namun menurutnya nominal tersebut masih sangat minim. Ia mendorong adanya pembahasan lebih lanjut untuk menyusun standar honor yang lebih terukur, termasuk berdasarkan grade atau tingkatan penampil.

Menurut Pay, pembenahan standar honor perlu didukung pengajuan resmi dari komunitas serta data atau survei harga yang dapat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun anggaran kegiatan pada tahun berikutnya.

“Kalau kita sudah ajukan di tahun ini, otomatis sudah disesuaikan di anggaran untuk tahun depan. Itu menjadi dasar harga, namanya SBU, untuk semua kegiatan tahun depan,” ujar Pay.

Ia menilai komunitas musik tidak cukup hanya menunggu dukungan pemerintah. Pelaku musik perlu memiliki wadah, program, serta usulan yang jelas agar dapat menjadi dasar penganggaran, termasuk melalui sektor kebudayaan maupun pariwisata.

Pay juga mendorong agar standar honor tersebut nantinya berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme musisi. Menurutnya, kemampuan bermusik harus didukung kedisiplinan, kualitas karya, attitude, mental, visual serta kesiapan produksi.

Selain persoalan honor, Pay mengusulkan adanya kalender event musik dan budaya tahunan di Sulawesi Tengah. Menurutnya, agenda yang terencana akan memberikan ruang tampil yang lebih jelas bagi musisi sekaligus membuat ekosistem pertunjukan lebih berkelanjutan.

“Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan kita sudah punya kalender event untuk musik, kalender event untuk budaya,” katanya.

Pay menegaskan, peningkatan kualitas ekosistem musik membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, komunitas, musisi, penyelenggara dan pelaku produksi. Dukungan yang diberikan juga harus diikuti keseriusan para pelaku musik dalam memaksimalkan ruang dan kesempatan yang tersedia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *