Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

32 Perusahaan Tambang Siap Gotong Royong Perbaiki Jalan Provinsi di Morowali

12
×

32 Perusahaan Tambang Siap Gotong Royong Perbaiki Jalan Provinsi di Morowali

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali membangun kemitraan strategis dengan sektor pertambangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Kali ini, sebanyak 32 perusahaan tambang di Kabupaten Morowali sepakat bergotong royong memperbaiki ruas jalan provinsi Buleleng–Matarape sepanjang 43 kilometer melalui pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR).

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Hotel Mercure Jakarta, Senin 15/6/26. Puluhan perusahaan tambang membentuk konsorsium guna mendukung perbaikan jalan yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Morowali.

Anwar Hafid menjelaskan, skema kolaborasi ini lahir di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir.

“Sehingga kami meminta partisipasi para pengusaha tambang di wilayah Sulteng untuk membantu atau ikut bergotong royong perbaikan jalan yang ada berdekatan dengan lingkungan pertambangannya dengan skema dibiayai dari dana CSR perusahaan,” ujarnya.

Menurut Anwar, pekerjaan konstruksi akan dilaksanakan langsung oleh perusahaan pemegang IUP dengan menunjuk kontraktor masing-masing. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak menerima dana tunai CSR, melainkan hanya menerima aset jalan setelah proyek selesai.

“Jadi Pemprov Sulteng itu tidak menerima uang tunai dari CSR konsorsium perusahaan tambang tersebut, tapi hanya menerima hibah aset ruas jalan yang dikerjakan oleh para pengusaha pertambang di Morowali Utara dan Morowali itu,” jelasnya.

Sebelumnya, pola kemitraan serupa telah diterapkan pada pembangunan ruas jalan Boladangko–Banggaiba di Kabupaten Sigi sepanjang 60 kilometer melalui dukungan CSR PT Anugerah Lestari Power. Selain itu, 16 perusahaan tambang juga telah berkomitmen membiayai pembangunan ruas jalan Towi–Kolonodale dengan nilai sekitar Rp355 miliar, yang dijadwalkan memulai groundbreaking pada 1 Juli 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Binatarung) Sulteng, Faidul Keteng, mengatakan pembagian pekerjaan dilakukan secara proporsional. Dari total ruas yang akan diperbaiki, setiap perusahaan diperkirakan menangani sekitar satu kilometer jalan dengan nilai pekerjaan sekitar Rp5 miliar.

Seluruh perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan dukungan terhadap program gotong royong pembangunan jalan provinsi. Pemprov Sulteng selanjutnya akan menindaklanjuti kesepakatan itu melalui penandatanganan MoU dan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) dengan perusahaan-perusahaan tambang pemegang IUP. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *