Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Pemkot Palu Fokus Tingkatkan Peran TPK Atasi Stunting

9
×

Pemkot Palu Fokus Tingkatkan Peran TPK Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini

Palu – Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu, Ridwan Mustapa, S.Sos., M.Adm.KP, membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tahun 2026 di Kantor P2KB Kota Palu, Rabu 20/5/26.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Rochmat Jasin, para camat se-Kota Palu, kepala puskesmas, koordinator KB tingkat kecamatan, serta sejumlah pihak terkait.

Rapat koordinasi dan evaluasi ini menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan keluarga berisiko stunting sekaligus mempertegas peran Tim Pendamping Keluarga dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Palu.

Dalam kesempatan itu, Ridwan Mustapa menegaskan Tim Pendamping Keluarga memiliki peran penting karena menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“kegiatan hari ini adalah penguatan kepada tim pendamping keluarga. Karena seperti tadi bersama bahwa tim pendamping keluarga ini punya tugas yang sangat urgen untuk penanganan stunting,” ujar Kadis.

Ia menjelaskan pendampingan TPK difokuskan pada empat kelompok sasaran utama, yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita.

“Karena ada empat yang mereka melakukan pendampingan, yaitu kepada catin atau calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita (baduta),” jelasnya.

Ridwan mengungkapkan jumlah anggota Tim Pendamping Keluarga di Kota Palu saat ini mencapai 861 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Tim tersebut terdiri dari kader kesehatan atau bidan, kader KB, dan kader PKK.

“Di Kota Palu ini ada 861 seluruh anggota tim pendamping keluarga. Jadi tim pendamping keluarga itu terdiri dari tiga orang, ada kader kesehatan atau bidan, kader KB dan kader PKK,” katanya.

Ia berharap koordinasi lintas sektor dapat semakin diperkuat agar program percepatan penurunan stunting di Kota Palu berjalan lebih efektif.

“Karena kami leading sektornya, jadi kami kerja sama dengan teman-teman di wilayah. Kalau kami sendiri turun agak susah, sehingga kolaborasi ini sangat penting,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *