Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Imelda Ajak Mahasiswa Bantu Tekan Kasus HIV/AIDS di Palu

14
×

Imelda Ajak Mahasiswa Bantu Tekan Kasus HIV/AIDS di Palu

Sebarkan artikel ini

Palu – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menjadi narasumber dalam Simposium Edukasi HIV/AIDS yang digelar eLSAM Universitas Tadulako di Conference Room Fakultas Ekonomi Untad, Senin 8/6/26.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan civitas akademika Universitas Tadulako. Hadir pula sebagai narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin.

Dalam pemaparannya, Imelda mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan civitas akademika yang mengangkat isu HIV/AIDS melalui kegiatan edukatif.

“Topik hari ini sangat menarik. Terima kasih banyak kepada para mahasiswa dan civitas akademika yang telah mengundang kami untuk memberikan informasi berkaitan dengan HIV/AIDS,” ujar Imelda.

Ia mengungkapkan, HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius di Kota Palu. Berdasarkan data terbaru yang diterimanya, jumlah kasus meningkat dari 2.022 menjadi 2.024 kasus.

“Dua minggu lalu ketika saya berada di Vatulemo, data yang saya terima masih 2022 kasus. Sekarang datanya sudah 2024 kasus, artinya terdapat penambahan dua kasus HIV/AIDS. Di satu sisi saya senang karena ini menunjukkan proses skrining yang dilakukan Pemerintah Kota Palu berjalan dengan baik. Tetapi di sisi lain saya sedih, karena angka ini bukan angka yang main-main. Ini angka yang besar,” ungkapnya.

Menurut Imelda, Kota Palu masih menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Sulawesi Tengah. Karena itu, pemerintah terus memperkuat edukasi dan pencegahan melalui keterlibatan relawan serta duta HIV/AIDS di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan melalui kolaborasi, inovasi, dan kegiatan edukasi bagi generasi muda.

“Caranya adalah dengan berkolaborasi. Ketika kalian memiliki ide, mari kita sama-sama bergerak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari mahasiswa, akademisi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat agar kita dapat menekan angka kasus HIV/AIDS di Kota Palu,” tegas Imelda. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *