Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsub Mepanga Sambangi MAN 2 Parigi

64
×

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsub Mepanga Sambangi MAN 2 Parigi

Sebarkan artikel ini

Parimo – Kepolisian terus mengintensifkan upaya pencegahan kenakalan remaja dengan menyasar langsung lingkungan pendidikan.

Kapolsubsektor Mepanga, Ipda Yayang L.E, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sumber Agung, Kadek Wirata, turun langsung ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Parigi, Desa Sumber Agung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi hukum kepada para pelajar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini, sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap ancaman narkoba, perundungan, serta rendahnya kepatuhan berlalu lintas di kalangan generasi muda. Di hadapan siswa dan tenaga pendidik, Ipda Yayang L.E menegaskan bahwa pelajar merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari pengaruh negatif pergaulan.

“Sekolah adalah tempat membangun masa depan. Jika sejak dini pelajar sudah terpapar narkoba, terbiasa melakukan bullying, atau mengabaikan aturan lalu lintas, maka yang terancam bukan hanya masa depan mereka, tetapi juga masa depan bangsa,” tegas Ipda Yayang L.E.

Dalam pemaparannya, Kapolsub Mepanga menguraikan dampak serius penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga membawa konsekuensi hukum berat yang dapat menghancurkan masa depan pelajar. Ia juga menyoroti praktik bullying yang kerap dianggap sepele, padahal berpotensi menimbulkan trauma mendalam bagi korban dan memicu tindak kekerasan lanjutan.

“Bullying bukan candaan. Itu adalah bentuk kekerasan. Pelaku bisa berhadapan dengan hukum, dan korban bisa mengalami trauma berkepanjangan. Karena itu, budaya saling menghormati harus ditanamkan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Selain itu, Ipda Yayang L.E menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, khususnya bagi pelajar yang telah menggunakan kendaraan bermotor. Ia menyebut tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia pelajar sebagai peringatan serius bagi semua pihak.

“Memakai helm, memiliki SIM, dan mematuhi rambu lalu lintas bukan sekadar aturan, tapi bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Agung, Kadek Wirata, mengajak para siswa untuk berani menolak narkoba, tidak terlibat dalam praktik bullying, serta menjadi pelopor ketertiban baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Jika melihat atau mengalami tindakan yang melanggar hukum, jangan diam. Laporkan kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian. Kami hadir untuk melindungi,” ujarnya.

Pihak MAN 2 Parigi menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polsubsektor Mepanga. Sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan berkarakter.

Melalui sosialisasi ini, Polsubsektor Mepanga menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra edukatif dan pembina masyarakat. Pendekatan langsung ke sekolah menjadi wujud nyata langkah humanis Polri dalam membentuk generasi muda yang sadar hukum, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *