Palu – Seorang wartawan media File Sulawesi berinisial MZ mengaku mengalami intimidasi saat melakukan konfirmasi terkait dugaan mahalnya biaya wisuda dan pungutan akademik di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu, Selasa 19/5/26.
Peristiwa itu terjadi saat MZ mendatangi kampus STIA Pembangunan Palu di Jalan Nuri, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, sekitar pukul 14.00 Wita.
Kedatangannya bertujuan menemui ketua panitia wisuda untuk meminta penjelasan terkait keluhan mahasiswa mengenai kenaikan biaya wisuda dan sejumlah pungutan akademik.
“Semalam saya sudah konfirmasi sama ketua. Katanya beliau tidak mengetahui soal biaya wisuda, pak ketua bilang itu urusannya ketua panitia wisuda. Jadi baru-baru ini saya niatnya mau ketemu ketua panitia,” ujar MZ.
Namun, saat berada di lingkungan kampus, MZ mengaku mendapat respons bernada tinggi dari Ketua STIA Pembangunan Palu, Nasir Mangasing.
“Kan sudah saya jelaskan, kenapa lagi dimuat-muat seperti itu,” kata Nasir kepada MZ sebagaimana rekaman yang disebut dimiliki wartawan tersebut.
MZ menyebut suasana pertemuan sejak awal berlangsung tegang. Dalam rekaman itu, Ketua STIA disebut berbicara dengan nada tinggi hingga MZ merespons, “Istigfar kanda, jangan dulu tinggi-tinggi suara.”“Saya sudah kasih tahu pak ketua suaranya jangan tinggi-tinggi, tapi suasana memang dari awal sudah tinggi,” lanjutnya.
Selain itu, MZ juga mengaku mengalami tindakan intimidatif saat hendak meninggalkan lokasi. Ia menyebut kaca samping kendaraan bagian pengemudi dipukul oleh seorang oknum staf kampus ketika akan pulang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak STIA Pembangunan Palu terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan maupun insiden pemukulan kaca kendaraan tersebut. Sementara disebutkan nomor WhatsApp wartawan TribunPalu.com diduga telah diblokir karena pesan hanya menunjukkan satu tanda centang. (AD)
















