Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

dr. Reny Lamadjido Dilantik Jadi Ketua IDI Sulteng, Dorong Kolaborasi dan Program Berani Sehat

84
×

dr. Reny Lamadjido Dilantik Jadi Ketua IDI Sulteng, Dorong Kolaborasi dan Program Berani Sehat

Sebarkan artikel ini

PALU – dr. Reny A. Lamadjido, S.Pak., M.Kes resmi mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sulawesi Tengah untuk periode terbaru. Prosesi pelantikan berlangsung pada Rabu 17/12. di Aston Hotel Palu dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes.

Pelantikan pengurus IDI Sulteng ini mengusung tagline “IDI Sulteng Nambaso” dan turut dihadiri jajaran Pengurus Besar IDI, di antaranya Sekretaris Jenderal PB IDI Dr. Mohamad Subuh, MPPM dan Bendahara Umum PB IDI Dr. Wirawan Jusuf, MPH.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dr. Reny Lamadjido juga melantik pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk penguatan peran keluarga dalam mendukung dedikasi profesi dokter.

Dalam sambutannya, dr. Reny menekankan bahwa pelantikan ini sejalan dengan semangat efisiensi yang kini menjadi perhatian nasional, baik dalam pengelolaan organisasi maupun layanan kesehatan.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi peran, tetapi memperkuat kolaborasi. Termasuk peran IIDI yang sangat penting, karena tanpa dukungan istri dan keluarga, semangat pengabdian dokter tidak akan utuh,” ujar dr. Reny.

Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulteng menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IDI yang dilantik. Ia meyakini amanah tersebut lahir dari proses yang matang dan penuh kepercayaan anggota.

Ia menjelaskan bahwa keputusannya maju sebagai Ketua IDI Wilayah Sulteng telah melalui pembahasan panjang bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dengan tujuan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh dokter di Sulawesi Tengah.

“Amanah ini berat bagi saya, karena di satu sisi ada tugas sebagai Wakil Gubernur, dan di sisi lain ada kecintaan saya pada profesi dokter dan IDI. Namun dengan kebersamaan, saya yakin kita bisa menjalankannya,” tegasnya.

dr. Reny juga memaparkan program strategis Pemprov Sulteng di sektor kesehatan, salah satunya Program Berani Sehat yang menargetkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi masyarakat Sulawesi Tengah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Cukup dengan identitas kependudukan, iuran BPJS Kesehatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto mengingatkan kembali tujuan pendirian IDI sejak 24 Oktober 1950, yakni membantu negara meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menegakkan etika kedokteran, serta melindungi dan mengakomodasi kepentingan anggota.

Ia juga menyampaikan bahwa PB IDI masih menunggu keputusan Menteri Kesehatan terkait ketentuan Satuan Kredit Profesi (SKP) dokter, termasuk kemungkinan perubahan jumlah SKP lima tahunan. Dokter yang menghadapi kendala administrasi SKP diminta berkoordinasi melalui IDI cabang untuk diteruskan ke Konsil Kedokteran Indonesia.

Selain itu, PB IDI menaruh perhatian serius terhadap persoalan hukum yang menimpa dokter, khususnya terkait Undang-Undang Kesehatan Pasal 308. Menurutnya, profesi dokter tidak dapat disamakan dengan pelaku usaha karena dokter merupakan pekerja sosial yang mengabdi pada kemanusiaan.

“IDI akan terus melakukan advokasi agar perlindungan hukum terhadap dokter berjalan adil dan proporsional,” tegas Ketua Umum.

Pelantikan ini menegaskan komitmen IDI Sulawesi Tengah untuk terus bersinergi dengan pemerintah, memperkuat organisasi profesi, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *