Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Diduga Diberi Susu Bercampur Deterjen, Bayi 4 Bulan di Palu Keracunan

138
×

Diduga Diberi Susu Bercampur Deterjen, Bayi 4 Bulan di Palu Keracunan

Sebarkan artikel ini

PALU — Seorang bayi berusia empat bulan di Kota Palu diduga mengalami keracunan setelah meminum susu yang dicampur bahan kimia.

Dugaan tersebut disampaikan oleh sang ibu, Mila Karmila, saat ditemui di RS Bala Keselamatan Palu, Jumat 31/10/25.

Menurut penuturan Mila, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 12 Oktober 2025, ketika ia berada di rumah mantan suaminya di Jalan Moh. Yamin, Palu.

Saat itu, bayinya pertama kali diberi bubur instan untuk usia enam bulan ke atas. “Pertama dikasih bubur Sun, padahal itu untuk usia enam bulan ke atas. Anak saya baru empat bulan. Dari situ saja sudah salah,” ujar Mila.I

a mengaku tidak mengetahui dengan pasti apa yang dimasukkan ke dalam susu anaknya. Tak lama setelah meninggalkan rumah mantan mertua, bayi tersebut mengalami gejala tidak biasa.

“Saya dapat kabar suami dan keluarganya menolak mediasi di Polsek Palu Selatan. Tak lama setelah itu, anak saya mulutnya berbusa. Saya tanya, habis minum apa? Cece bilang, habis minum susu yang dibuatkan mertua,” katanya dengan suara bergetar.

Bayi itu sempat dilarikan ke rumah sakit. Dokter semula menyebut kondisinya tidak parah, namun keesokan harinya gejalanya memburuk lemas, muntah, dan diare hebat.

“Efeknya malam itu langsung terlihat, dia lemas dan muntah terus. Dokter bilang dehidrasi dan diare akut karena efek keracunan,” ungkap Mila.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polresta Palu dengan nomor laporan LP-B/1419/X/2025/SPKT-C/POLRESTA PALU/POLDA SULTENG. Dalam laporan itu disebutkan, kejadian bermula dari pertengkaran antara Mila dengan mantan suami dan keluarga mertua terkait masalah uang investasi.

Saat pertengkaran terjadi, sang mertua membuatkan susu dan bubur untuk bayi tersebut. Tak lama setelah itu, bayi menunjukkan gejala keracunan.

“Susu bubuk yang dipakai masih tertinggal di rumah mertua, dan polisi Palu Selatan sempat mengambilnya. Waktu saya bawa ke Krimsus, mereka bilang, kok ini baunya aneh, kayak bukan susu,” ujarnya.

Mila juga menyebut bahwa penyidik menduga susu tersebut mengandung bahan seperti deterjen. “Penyidik bilang kemungkinan besar di dalamnya ada deterjen. Tapi kalau mereka bilang saya yang kasih, gila kali saya ngasih deterjen ke anak saya sendiri,” tegasnya.

Ia menilai penyelidikan kasus ini berjalan lambat, namun berkomitmen memperjuangkan keadilan untuk anaknya. “Kalau cuma saya yang disakiti, tidak apa-apa. Tapi jangan anak saya. Saya akan terus lanjutkan kasus ini,” kata Mila.

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal BPOM disebut menunjukkan indikasi paparan bahan kimia jenis arsen, meski belum dipastikan jenis zat pastinya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palu. Polisi telah mengamankan sampel susu bubuk yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *