Bangkep – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turun langsung ke Ujung Tanjung Bongganan, Desa Bongganan, Kabupaten Banggai Kepulauan, untuk meninjau kondisi warga yang telah puluhan tahun bermukim di kawasan tersebut, Selasa 22/6/26.
Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, dan Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady. Kehadiran mereka bertujuan melihat secara langsung persoalan yang dihadapi sekitar 64 kepala keluarga yang telah menempati kawasan tersebut selama kurang lebih 25 tahun.
Status lahan yang diketahui merupakan milik perusahaan membuat warga belum memiliki kepastian terkait keberlanjutan tempat tinggal mereka. Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Saya datang langsung bersama Pak Bupati untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. InsyaAllah, kami akan segera mengambil langkah-langkah dan mencarikan solusi terbaik bagi bapak dan ibu semua,” ujar Gubernur.
Menurutnya, pemerintah akan mengkaji berbagai opsi, termasuk kemungkinan warga tetap tinggal di lokasi saat ini maupun relokasi, dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung keputusan yang nantinya diambil pemerintah. Apakah tetap tinggal di sini atau harus pindah, semuanya akan dipertimbangkan dengan melihat mana yang paling baik dan memberikan kepastian bagi bapak ibu sekalian,” katanya.
Gubernur juga meminta masyarakat tetap tenang selama proses kajian dan koordinasi berlangsung. Ia menegaskan siap membantu Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya akan membantu sepenuhnya Pak Bupati untuk menyelesaikan persoalan ini. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mencari jalan keluar terbaik,” tegasnya.
Selain membahas status permukiman warga, Gubernur turut menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dasar, termasuk penyediaan sarana air bersih dan akses pendidikan bagi anak anak di kawasan tersebut.
Kunjungan ini disambut antusias oleh masyarakat yang berharap pemerintah segera menghadirkan kepastian dan solusi atas persoalan permukiman yang telah mereka hadapi selama bertahun tahun. (AD)
















