Palu – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas kondisi Kota Palu pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Rapat yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Rabu 17/6/26, dihadiri Ketua DPRD Kota Palu, Kapolresta Palu, perwakilan Dandim 1306/Kota Palu, BMKG, Basarnas, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam keterangannya, Hadianto menyampaikan bahwa hingga saat ini BMKG masih terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan dan belum menetapkan status khusus terkait kondisi tersebut.
“Saat ini BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan yang terjadi. Hingga saat ini belum ada status khusus yang dikeluarkan terkait kondisi tersebut. Bukan berarti kami tidak ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi berdasarkan data dan informasi resmi yang ada, Pemerintah Kota Palu tidak menetapkan status tertentu,” ujar Hadianto.
Meski demikian, pemerintah bersama seluruh unsur terkait tetap melakukan pemantauan intensif dan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat berdasarkan informasi resmi dari BMKG.
Wali Kota mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan jelas mengenai kondisi yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Terkait dampak gempa, Hadianto menyebut tidak ditemukan kerusakan signifikan pada infrastruktur maupun bangunan di Kota Palu. Kerusakan yang terjadi masih tergolong ringan dan dalam batas wajar.
Sementara itu, tercatat dua warga mengalami luka ringan akibat gempa dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah tidak ditemukan kerusakan yang signifikan. Memang terdapat beberapa kerusakan, namun sifatnya sangat ringan dan masih dalam kategori wajar. Oleh karena itu, kami bersyukur Kota Palu secara umum berada dalam kondisi yang baik,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palu memutuskan untuk sementara meniadakan kegiatan belajar tatap muka bagi siswa sekolah dasar dan menggantinya dengan pembelajaran daring.
“Mulai hari ini untuk sementara kegiatan belajar tatap muka bagi anak anak sekolah dasar ditiadakan terlebih dahulu dan akan dilaksanakan melalui pembelajaran daring. Kebijakan ini akan dievaluasi dalam dua hari ke depan sambil melihat perkembangan kondisi yang ada,” kata Hadianto.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar anak anak tetap mendapat pendampingan dari keluarga sekaligus memberikan rasa aman di tengah situasi pascagempa.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Palu bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat koordinasi, memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal, serta menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (*)
















