Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Polda Sulteng Imbau Semua Pihak Tetap Tenang Usai Kericuhan Lahan di PT LTT

11
×

Polda Sulteng Imbau Semua Pihak Tetap Tenang Usai Kericuhan Lahan di PT LTT

Sebarkan artikel ini

Donggala — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) meminta masyarakat dan pihak perusahaan untuk tetap menahan diri pascainsiden kericuhan yang terjadi di Afdeling Kilo PT LTT, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Jumat 6/2/26.

Peristiwa yang dipicu sengketa lahan tersebut mengakibatkan sejumlah warga dan karyawan perusahaan mengalami luka luka.

Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan rasa prihatin atas bentrokan fisik yang terjadi dan menimbulkan korban dari kedua belah pihak.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden fisik yang menyebabkan jatuhnya korban luka, baik dari pihak warga maupun karyawan perusahaan. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya Aliansi Masyarakat Desa Towiora dan pihak PT LTT, agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu isu yang dapat memperkeruh suasana,” ujar Djoko.

Ia menjelaskan, personel Polres Donggala telah disiagakan di lokasi kejadian guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Selain itu, Polda Sulteng juga menyiapkan kekuatan cadangan dari Satuan Brimob dan Samapta sebagai langkah antisipatif bila terjadi peningkatan eskalasi.

“Kami tegaskan bahwa negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Polda Sulteng tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan anarkis yang melanggar hukum,” tegasnya.

Djoko menambahkan, konflik agraria merupakan persoalan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan. Oleh sebab itu, kepolisian mendorong penyelesaian melalui jalur dialog dan mekanisme administratif.

“Kami menilai sengketa lahan harus diselesaikan melalui jalur dialog dan administrasi, bukan dengan kekerasan. Kapolres Donggala telah melakukan koordinasi intensif dengan Bupati Donggala serta Satgas PKA (Penanganan Konflik Agraria) untuk mempercepat proses mediasi,” jelasnya.

Polda Sulteng juga memastikan penanganan medis terhadap para korban menjadi prioritas. Seluruh korban luka, baik dari pihak warga maupun perusahaan, telah mendapatkan perawatan yang diperlukan.

“Kami mengajak para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk ikut menenangkan massa serta mengimbau warga kembali ke rumah masing masing demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Donggala dan perbatasan Pasangkayu,” tambahnya.

Mengakhiri keterangannya, Kabidhumas Polda Sulteng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

“Mari kita jaga kedamaian di Bumi Tadulako. Kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi bagi sengketa lahan,” pungkasnya. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *