Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Birokrasi Berbasis Data, Teknologi, dan Prestasi

76
×

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Birokrasi Berbasis Data, Teknologi, dan Prestasi

Sebarkan artikel ini

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido melantik dan mengambil sumpah 389 pejabat administrator (Eselon III), pengawas (Eselon IV), serta pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sulteng. Prosesi pelantikan digelar di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis 15/1/26.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 178 pejabat Eselon III, 204 pejabat Eselon IV, dan 7 pejabat fungsional. Pelantikan ini menjadi langkah awal penataan birokrasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan di masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah, bukan untuk dipilah sebagai “jabatan basah” atau “jabatan kering”.“Tidak ada jabatan basah, tidak ada jabatan kering, apalagi jabatan air mata. Semua jabatan adalah amanah yang harus disyukuri dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Setiap jabatan punya ruang kerja dan ruang inovasi yang luas,” tegasnya.

Gubernur memberi ruang kepada pejabat yang dilantik untuk mendukung program 100 hari kerja dengan tiga fokus utama. Pertama, pembenahan data. Ia menilai perencanaan pembangunan kerap meleset karena penggunaan data yang tidak valid dan tidak diperbarui.

“Kita masih memakai data tahun 2010 untuk merencanakan tahun 2025. Ini tidak boleh terjadi lagi. Pekerjaan nomor satu kita sekarang adalah melengkapi dan memperbarui data,” ujarnya.

Fokus kedua adalah percepatan digitalisasi pemerintahan. Gubernur menargetkan seluruh sistem pelayanan publik berbasis digital dalam waktu tiga bulan.“Tidak boleh lagi manual. Pelayanan ke masyarakat harus digital. Kalau perlu, masyarakat tidak perlu bertemu kita, semua urusan bisa selesai secara digital,” katanya.

Ketiga, penerapan merit system berbasis prestasi. Gubernur menegaskan hanya kinerja dan inovasi yang menjadi dasar penilaian.

“Saya butuh orang yang bekerja, bukan orang yang pandai bermanuver. Tidak perlu pendekatan ke mana-mana, yang saya butuhkan adalah inovasi dan prestasi,” tegasnya.

Ia bahkan menjanjikan dukungan anggaran dan promosi jabatan bagi pejabat yang mampu menghadirkan inovasi berdampak nyata. “Kalau inovasinya masuk akal dan bermanfaat, saya siapkan anggarannya dan saya promosikan dalam tiga bulan. Ini janji saya,” ujarnya.

Menutup sambutan, Gubernur mengingatkan pentingnya loyalitas kepada pimpinan, tugas, dan nilai ketuhanan.

“Jabatan itu ada rumusnya. Kalau bukan kita yang meninggalkannya, jabatan itu yang akan meninggalkan kita. Maka jalani dengan tulus, jujur, dan ikhlas,” pesannya.

Pelantikan ini menandai dimulainya penguatan birokrasi Pemprov Sulawesi Tengah yang menekankan akurasi data, transformasi digital, sistem berbasis prestasi, serta pelayanan publik yang cepat dan transparan. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *