Jakarta – Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida, mengingatkan pentingnya keberanian pers untuk tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara independen. Ia menegaskan, pers tidak boleh menjadi alat kekuasaan dan jurnalis bukan corong pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Nany dalam sambutan pada Malam Resepsi HUT ke-32 AJI yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jumat, 7 Agustus 2026.
Mengutip IG @aji.indonesia, Nany mengajak insan pers kembali mengingat kembali semangat awal lahirnya AJI, yakni keberanian untuk menyuarakan kebenaran dan memastikan publik memperoleh informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
“Dan 32 tahun kemudian, kita kembali berada pada satu titik yang menuntut keberanian itu. Karena kondisi pers Indonesia hari ini sedang dalam bahaya,” kata Nany.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi media saat ini tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi maupun perubahan teknologi yang mengubah cara kerja jurnalistik. Kebebasan pers juga menghadapi tekanan yang semakin besar.
“Bukan hanya karena tekanan ekonomi yang membuat banyak media kesulitan bertahan. Bukan hanya karena perubahan teknologi yang mengubah cara jurnalisme bekerja. Tetapi juga karena ruang kebebasan semakin penuh tekanan,” lanjut dia lagi.
Nany menegaskan bahwa keberanian untuk mempertahankan independensi pers tetap menjadi hal penting di tengah berbagai tantangan tersebut. (*)
















