Morut — Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tengah merampungkan kegiatan sosialisasi penanganan dan penindakan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya kendaraan tambang di wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, yang berlangsung pada 4–8 November 2025.
Atas kelancaran kegiatan tersebut, BPTD Sulteng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, instansi dan stakeholder terkait, serta Forkopimda Morowali dan Morowali Utara atas dukungan dan sinerginya.
“Kami dari BPTD mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menerima dan mendukung kegiatan sosialisasi ini. Dukungan dari berbagai instansi sangat luar biasa,” ujar Imam Soejrajad, Kasi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sulteng, di sela kegiatan hari terakhir di ruas Jalan Nasional Tompira, Morut, Sabtu 8/11.
Imam juga menyoroti komitmen penuh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, yang disebutnya siap “pasang badan” dalam penanganan kendaraan ODOL tambang.
“Beliau bahkan meminta agar jika ada kendala di lapangan, langsung hubungi beliau dan siap turun langsung,” tambahnya.
Menurut Imam, keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari sinergi Tim Terpadu Sosialisasi Penanganan Kendaraan ODOL yang dibentuk langsung oleh Gubernur Anwar Hafid.
“Penindakan ODOL tidak bisa dilakukan sendiri, harus dengan kerja sama lintas instansi,” ujarnya.
Sosialisasi ini merupakan langkah konkret BPTD Sulteng dalam mengedukasi pemilik kendaraan dan perusahaan tambang agar mematuhi regulasi penggunaan Jalan Nasional.
Imam berharap Sulawesi Tengah dapat menjadi daerah percontohan penerapan target nasional Zero ODOL 2027.
“Pak Gubernur sangat mendukung program ini. Beliau menegaskan Sulteng harus menjadi contoh dan kami sudah komitmen untuk mencapai Zero ODOL pada 2027,” tutupnya. (AD)
















