Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Sulteng-Jerman Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Mineral

17
×

Sulteng-Jerman Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Mineral

Sebarkan artikel ini

Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka peluang kerja sama ekonomi dengan Jerman di sejumlah sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan hingga pengelolaan mineral.

Peluang tersebut dibahas saat Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu 26/8/26.

Reny mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Jerman, khususnya dalam pengembangan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Insya Allah kita akan membangun kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, maupun perikanan. Sulawesi Tengah memiliki potensi yang besar dan membutuhkan kolaborasi untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan,” ujar Wagub.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah kakao. Produksi kakao Sulteng tercatat sekitar 126.516 ton pada 2025. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan seperti tanaman tua, hama, perubahan cuaca, kondisi tanah, alih fungsi lahan dan keterbatasan teknologi budidaya.

Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kelapa dan hilirisasi agar hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Produk kelapa, misalnya, dapat diolah menjadi santan, susu kelapa hingga bahan energi alternatif.

“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah tetapi mendapatkan manfaat yang lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Jerman Ralf Beste menyatakan komitmennya untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Sulawesi Tengah. Ia melihat sektor pertanian, perkebunan dan mineral memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama.

“Kerja sama ini tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor mineral. Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis yang ada di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan untuk berinvestasi,” ujar Ralf Beste.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang investasi, transfer teknologi, pertukaran pengetahuan serta pengembangan industri berbasis potensi daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *