Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Wali Kota Palu Dorong Pendataan Disabilitas yang Akurat

55
×

Wali Kota Palu Dorong Pendataan Disabilitas yang Akurat

Sebarkan artikel ini

Palu – Pemerintah Kota Palu memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif melalui kegiatan Internalisasi Tools Pendataan Disabilitas yang dibuka Staf Ahli Bidang Lingkungan dan Infrastruktur Setda Kota Palu, Moh. Fahri, SE., M.Si., mewakili Wali Kota Palu, di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Jumat 17/7/26.

Kegiatan yang digagas Yayasan Sikola Mombine bersama Sasakawa Peace Foundation ini bertujuan meningkatkan kualitas pendataan penyandang disabilitas sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program yang tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Moh. Fahri menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Sikola Mombine dan Sasakawa Peace Foundation atas komitmen mereka mendukung pembangunan inklusif di Kota Palu.

“Kota yang inklusif adalah kota yang memastikan setiap warganya memiliki akses yang setara terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, ruang ruang sosial, hingga keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan. Tidak boleh ada seorang pun yang tertinggal dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palu terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui Program EMPOWER-IN, Yayasan Sikola Mombine bersama Sasakawa Peace Foundation berkolaborasi dengan Pemkot Palu menjalankan Program Penggerak Muda Inklusif Disabilitas. Program tersebut dinilai mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan daerah.

Kegiatan ini juga membekali peserta dengan penggunaan tools pendataan yang akan diterapkan di 46 kelurahan dan 8 kecamatan di Kota Palu. Pemerintah berharap data yang dihasilkan valid dan mutakhir sehingga mampu mendukung pelayanan publik yang lebih inklusif serta responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Moh. Fahri turut mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan para pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kota Palu yang inklusif, berkeadilan, dan bebas dari diskriminasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *