Palu – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan proses penilaian potensi serta kompetensi manajerial dan sosial kultural dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama berjalan transparan, objektif, dan sesuai peraturan perundang-undangan, Jumat 27/2/26.
Kepala BKD Sulteng, Dr. Sitti Asma Ul Husnasyah, SE., MM., M.Si, menyampaikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara profesional guna memastikan terpilihnya aparatur sipil negara yang kompeten dan berintegritas.
“Seleksi terbuka ini dilaksanakan secara objektif dan akuntabel sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam manajemen ASN, sehingga menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang benar benar memiliki kapasitas kepemimpinan dan kompetensi yang dibutuhkan organisasi,” ujarnya.
Sebanyak 85 peserta mengikuti uji kompetensi berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 800.1.2.6/008/PANSEL-JPT/2026 untuk memperebutkan 12 jabatan strategis di lingkungan Pemprov Sulteng.
Peserta telah menjalani asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural pada 23 Februari hingga 4 Maret 2026. Rapat panitia seleksi dijadwalkan 5 Maret 2026, disusul pengumuman hasil asesmen pada 6 Maret 2026.
Tahapan berikutnya meliputi penulisan makalah dan wawancara pada 9–14 Maret 2026, rapat pansel 17 Maret 2026, serta pengumuman hasil pada 18 Maret 2026. Tiga besar hasil seleksi akan diumumkan 25 Maret 2026 melalui website dan papan pengumuman BKD, kemudian dilanjutkan uji publik pada 25–27 Maret 2026.
“Seluruh hasil seleksi selanjutnya akan dilaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian pada 30 Maret 2026 dan diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara pada 1 April 2026,” jelasnya.
Seleksi terbuka ini merupakan instruksi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido. Tim panitia seleksi dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina bersama unsur akademisi, kementerian, dan Pemprov Sulteng.
Penilaian kompetensi dilaksanakan oleh UPT Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Sulteng yang telah terakreditasi A dengan dukungan asesor bersertifikasi.
“Melalui proses seleksi ini diharapkan lahir pejabat pimpinan tinggi pratama yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepemimpinan kuat guna meningkatkan kinerja organisasi serta kualitas pelayanan publik di Sulawesi Tengah,” tambahnya. (AD)
















