PALU – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido ditandai dengan doa bersama, dzikir, buka puasa, serta pembagian lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu 22/2/26.
Agenda tersebut menjadi wujud syukur sekaligus refleksi atas perjalanan pemerintahan Anwar–Reny di tengah penyesuaian fiskal nasional dan dinamika sosial ekonomi pascapandemi. Hadir unsur Forkopimda Sulteng, pimpinan DPRD, TNI–Polri, lembaga peradilan, tokoh agama dan masyarakat, mantan gubernur, serta ribuan warga.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyebut tahun pertama sebagai fase krusial untuk memperkuat fondasi pemerintahan yang responsif dan berpihak pada rakyat. Ia menegaskan, efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tidak boleh menurunkan kualitas layanan publik.
“Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Pemerintah tidak boleh lemah. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” ujar Anwar Hafid.
Di tengah keterbatasan fiskal, Sulteng mencatat capaian makro positif. Data BPS menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 naik dari 72 menjadi 72,80. Pertumbuhan ekonomi daerah juga bertahan sebagai peringkat kedua tertinggi nasional.
Capaian itu diperkuat program unggulan Sembilan Berani, terutama Berani Cerdas dan Berani Sehat. Di sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah meningkat sepanjang 2025. Pemprov telah bekerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di Indonesia agar pembiayaan mahasiswa penerima Berani Cerdas langsung ditransfer ke kampus.
“Mahasiswa kita tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya. Begitu ada keterangan dari kampus, pemerintah langsung mentransfer ke perguruan tinggi. Ini bentuk kehadiran negara di sektor pendidikan,” kata Anwar.
Di bidang kesehatan, Program Berani Sehat memastikan warga tetap berobat meski kepesertaan JKN dinonaktifkan. Di Sulteng, lebih dari 111 ribu warga terdampak, namun tetap bisa mengakses layanan cukup dengan KTP.
“Saya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir,” tegasnya.
Tahun 2025 juga mencatat sejarah dengan operasi jantung terbuka perdana di RSUD Undata. Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menambahkan, peningkatan layanan akan diikuti target pembukaan pendidikan dokter spesialis pada 2026.
“Insya Allah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny.
Program ini bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan. Ke depan, ditargetkan pula rumah sakit pendidikan spesialis jantung.Pada sektor infrastruktur, Pemprov membuka konektivitas strategis, termasuk jalur Sausu–Sigi guna memperlancar distribusi hasil perkebunan dan mengurangi risiko longsor.
Transportasi udara diperkuat lewat pembukaan penerbangan internasional dan rencana rute langsung Tiongkok–Palu pada April 2026, serta pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri menuju embarkasi haji.
“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta event nasional dipusatkan di Palu,” ujar Anwar.
Kota Palu juga disiapkan menjadi tuan rumah Fornas 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta. Menutup sambutannya, Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dalam pembangunan.
“Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (AD)
















