Palu – Film fiksi ilmiah karya anak bangsa, Pelangi di Mars, resmi diperkenalkan kepada publik melalui penayangan di Cinema XXI Palu Grand Mall, Kamis 19/3/26. Film ini menghadirkan kisah petualangan yang dipadukan dengan nuansa emosional dan sentuhan humor.
Diproduseri oleh Dendi Reynando dan disutradarai Upie Guava, yang juga menulis skenario bersama Alim Sudio, film ini mengangkat cerita tentang seorang anak bernama Pelangi yang terdampar di planet Mars bersama ibunya, Pratiwi. Mereka hidup di dalam bunker dengan ditemani robot bernama Batik.
Cerita berkembang saat Pelangi harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibunya, sosok yang selama ini menjadi sumber pengetahuan untuk bertahan hidup di Mars. Dalam perjalanannya, Pelangi melanjutkan hidup dengan bantuan oksigen serta ditemani sejumlah robot sahabatnya.
Petualangan semakin menantang ketika Pelangi menjalankan misi menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang diyakini dapat menyelamatkan Bumi. Namun, upaya tersebut terhambat oleh ancaman Nerotek, korporasi besar yang menguasai sumber air dan berambisi menguasai mineral tersebut demi kepentingan sendiri.
Di akhir cerita, Pelangi akhirnya dipertemukan kembali dengan ayahnya yang datang ke Mars.
Dalam sesi jumpa pers usai penayangan, sutradara dan para pemain yang didampingi Rafi Ahmad menyampaikan bahwa film ini diharapkan mampu memicu kreativitas anak anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan inovatif.
Rafi Ahmad juga menilai film ini sebagai tontonan yang cocok untuk keluarga.
“Dalam film tersebut, terdapat sejumlah robot dari beberapa negara. Diantaranya Rusia, Korea, dan Indonesia. Olehnya, film ini memberikan motivasi kepada generasi bangsa agar jangan kalah dengan negara negara lain,” terangnya.
Pelangi di Mars diharapkan menjadi salah satu film berskala besar karya anak bangsa yang menggabungkan visual futuristik dengan kekuatan cerita emosional. Film ini akan didistribusikan oleh Mahakarya Pictures. (AD)
















