Parimo — Kecelakaan kerja kembali terjadi di wilayah pedesaan Kabupaten Parigi Moutong. Seorang petani bernama Made Yuliartana alias Pak Gilber (52) meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat melakukan penebangan di kawasan pegunungan Batu Intan Gunung Sari, Desa Tolai Barat, Kecamatan Torue, Selasa 3/2/26.
Insiden nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA di kebun milik Ketut Agus Arianto. Sejumlah saksi menyebutkan, korban bersama lima orang lainnya mulai bekerja sejak pukul 09.00 WITA untuk memaras jerami dan menebang pohon. Saat kejadian, korban diketahui bekerja sendiri dengan jarak sekitar 20 meter dari rekan rekannya.
Sekitar satu setengah jam kemudian, saksi Kadek Dedi Ariawan mendengar suara pohon tumbang dari arah lokasi korban. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan tertimpa batang pohon yang ditebangnya. Meski sempat dilakukan upaya pertolongan, korban sudah tidak sadarkan diri dan diduga meninggal dunia di tempat kejadian.
Evakuasi jenazah dilakukan oleh pemerintah desa bersama unsur TNI–Polri dan warga sekitar. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Istri korban, Saona Rumbani, mewakili keluarga menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja murni. Keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah.
Kapolsek Torue, IPTU Ramlin, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan tidak ditemukan unsur pidana.
“Berdasarkan keterangan para saksi, hasil pengecekan di TKP, serta pernyataan keluarga korban, peristiwa ini murni kecelakaan kerja. Tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun unsur kesengajaan,” ujar IPTU Ramlin.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan saat bekerja, terutama dalam aktivitas penebangan pohon di wilayah berisiko.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja, menggunakan peralatan yang memadai, serta tidak bekerja sendiri di area berisiko tinggi. Langkah pencegahan sangat penting untuk menghindari kejadian serupa,” pungkasnya. (AD)
















