Banggai – Program Bakti TNI Angkatan Darat (AD) di Sulawesi Tengah menyasar 479 titik pekerjaan fisik dan sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Program yang berlangsung selama 60 hari tersebut melibatkan hingga 900 personel TNI dan secara resmi dibuka Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Lapangan Mirqan Banggai, Kamis 29/10/26.
Dari total sasaran, pekerjaan fisik mencakup pembangunan 75 jembatan perintis, pengeboran 117 sumur, serta perbaikan 225 rumah tidak layak huni (RTLH). Sejumlah fasilitas pendidikan, rumah ibadah, MCK, irigasi, jaringan air bersih, dan jalan juga menjadi sasaran pengerjaan.
Anwar Hafid menyebut program tersebut merupakan bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup dinilai dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh air bersih, rumah layak huni, serta akses kesehatan dan pendidikan.
“Pembangunan bukan hanya tentang gedung-gedung yang berdiri atau jalan yang terbentang, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat lebih mudah memperoleh air bersih, memiliki rumah yang layak, mendapatkan akses pelayanan kesehatan, serta menikmati fasilitas pendidikan dan peribadatan yang memadai,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, program ini mencakup donor darah, operasi katarak, khitanan massal, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, serta dukungan untuk sektor perikanan dan pertanian.
Anwar berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial dalam mewujudkan Sulteng Nambaso. (*)
















