Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengajak masyarakat menahan diri dan mengedepankan musyawarah untuk mencegah bentrokan antarwarga kembali terjadi.
Ajakan tersebut disampaikan Reny saat menjenguk korban bentrokan yang dirawat di RSUD Undata, Kamis 29/10/26. Ia juga mengunjungi keluarga korban meninggal dunia di Jalan Anoa untuk menyampaikan belasungkawa.
Saat berada di RSUD Undata, Reny melihat langsung kondisi korban sekaligus memastikan perhatian terhadap kebutuhan penanganan medis. Ia menyebut pemerintah memiliki program Berani Sehat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan.
“Kami berharap para korban mendapatkan penanganan medis yang baik agar bisa segera pulih. Melalui program Berani Sehat, masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Reny mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan melalui kekerasan karena dapat menimbulkan korban dan memperpanjang konflik.
“Jangan sampai ada lagi bentrokan yang menimbulkan korban dan membuat keluarga berduka. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin, saling menghormati, dan mengutamakan musyawarah. Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan persaudaraan di Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Reny juga meminta warga tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan penanganan persoalan hukum kepada pihak berwenang.
Ia berharap kepedulian terhadap para korban diikuti upaya memperbaiki hubungan antarwarga sehingga keamanan dan perdamaian di Sulawesi Tengah tetap terjaga. (*)
















