Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Kekeringan Meluas di Parigi Moutong, 235 Hektare Pertanian dan Perkebunan Terdampak

5
×

Kekeringan Meluas di Parigi Moutong, 235 Hektare Pertanian dan Perkebunan Terdampak

Sebarkan artikel ini

Parimo – Kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut terjadi setelah hujan tidak turun sejak pertengahan Juni 2026 dan menyebabkan ketersediaan air terus menurun.

Berdasarkan laporan Pusdalops dan TRC BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kekeringan terjadi di Desa Persatuan Sejati, Kecamatan Ongka Malino, serta Desa Sumber Agung dan Desa Ogoyabas, Kecamatan Mepanga.

Laporan kejadian tersebut diterima pada Selasa 25/8/26 pukul 20.30 WITA. Kekeringan yang terjadi meliputi kondisi meteorologis dan hidrologis yang berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat maupun sektor pertanian dan perkebunan.

Dampak kekeringan juga dirasakan masyarakat. Sebanyak 150 kepala keluarga di Desa Kayu Agung dilaporkan mengalami kekurangan air bersih.

Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan mengalami tekanan akibat menurunnya ketersediaan air. Di Desa Persatuan Sejati, Kecamatan Ongka Malino, sekitar 30 hektare lahan perkebunan terdampak.

Di Desa Sumber Agung, Kecamatan Mepanga, sekitar 200 hektare sawah dan lahan pertanian terancam gagal panen. Sedangkan di Desa Ogobayas, sekitar 5 hektare perkebunan cengkeh juga terancam mengalami gagal panen.

Dengan demikian, total luas lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak mencapai sekitar 235 hektare.

Selain berdampak terhadap masyarakat dan lahan pertanian, kekeringan juga mengganggu fasilitas penyediaan air. Aliran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Ogobayas dilaporkan terhenti.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Warga terdampak di Desa Ogobayas dilaporkan mengambil air dari sungai yang debitnya terus mengalami penurunan.

BPBD bersama tim terkait telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga telah meninjau langsung lokasi yang terdampak kekeringan.

Sejumlah kebutuhan mendesak saat ini diperlukan untuk membantu masyarakat, di antaranya alat dan mesin konstruksi (Alkon), pembangunan sumur bor, serta pasokan air bersih.

Hingga Selasa malam, kondisi kekeringan masih berlangsung di sejumlah wilayah. Debit sumber air di beberapa lokasi terus menurun dan pendataan terhadap dampak kekeringan masih dilakukan.

Tidak terdapat laporan pengungsi maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera memperkuat penanganan, terutama pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat serta dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan yang terancam mengalami kerugian akibat kekeringan berkepanjangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *