Poso — Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira resmi menutup kegiatan Serbuan Teritorial (Serter) Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1307/Poso. Penutupan berlangsung melalui upacara di Lapangan Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Rabu 12/8/26.
Serter yang berlangsung sejak 7 Juli hingga 12 Agustus 2026 mengusung tema peningkatan kegiatan pembinaan teritorial secara masif untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira.
Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P., bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Pangdam XXIII/Palaka Wira. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Poso H. Suharto Kandar, S.H., unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam amanat Pangdam, apresiasi diberikan kepada Pemkab Poso, Forkopimda, Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan warga yang mendukung pelaksanaan Serter. Penghargaan juga diberikan kepada seluruh personel Satgas yang dinilai bekerja dengan dedikasi, disiplin, semangat pengabdian, dan gotong royong.
Pangdam menegaskan Serbuan Teritorial merupakan implementasi tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya melalui pemberdayaan wilayah pertahanan dan dukungan terhadap pembangunan daerah.
“Program ini bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga membangun harapan, menumbuhkan jiwa nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.
Selama pelaksanaan Serter di wilayah Kodim 1307/Poso, sejumlah pembangunan dan rehabilitasi berhasil dilakukan. Di antaranya rehabilitasi rumah di Desa Leboni dan Dulumai, rehabilitasi Gereja Tonusu, rehabilitasi TK Desa Wera, pembangunan sumur bor di Kelurahan Pamona dan Petirodongi, rabat jalan Desa Dulumai, serta rehabilitasi dermaga Desa Peura.
Program nonfisik turut dilaksanakan melalui penyuluhan bela negara, percepatan penurunan stunting, serta budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pangdam menilai sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Apabila TNI, pemerintah daerah dan masyarakat bersatu dalam semangat gotong royong, maka berbagai keterbatasan dapat diatasi dan pembangunan dapat berjalan secara optimal,”.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengobatan gratis, pemberian bantuan sosial, serta kunjungan ke sejumlah lokasi sasaran Serter.
Dengan penutupan ini, Kodam XXIII/Palaka Wira menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, mendukung pembangunan wilayah, dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (*)
















