Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Subuh Berjamaah di Palu, Gubernur Sulteng Tekankan Spirit Keberkahan

9
×

Subuh Berjamaah di Palu, Gubernur Sulteng Tekankan Spirit Keberkahan

Sebarkan artikel ini

Palu – Ribuan jamaah yang terdiri dari ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, serta masyarakat Kota Palu memadati halaman Kantor Gubernur Sulteng dalam kegiatan Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir Bersama, Jumat Subuh Berkah, sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Jumat 19/06/26.

Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Agenda ini merupakan bagian dari program Berani Berkah melalui penguatan spiritual Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji.

Rangkaian acara dimulai dengan sholat subuh berjamaah, sujud tilawah, dzikir, doa bersama, hingga tausiyah yang diikuti antusias ribuan jamaah.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Jumat Subuh Berkah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi Sulawesi Tengah.

Ia juga menyinggung sejumlah peristiwa kebencanaan yang terjadi di Sulteng, termasuk gempa yang kembali dirasakan masyarakat, sebagai pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kita di Sulawesi Tengah ini sedang diingatkan oleh Allah. Dulu 2018 kita pernah merasakan ujian besar, dan sekarang kembali kita merasakan getaran gempa. Ini pengingat agar kita tidak hanya mengandalkan kekuatan manusia, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Gubernur.

Anwar Hafid menambahkan bahwa dalam konsep pemerintahan terdapat dua tujuan utama, yakni prosperity (kesejahteraan) dan security (rasa aman) bagi masyarakat.

Ia juga mengajak ASN Pemprov Sulteng menjadikan Subuh Berjamaah sebagai budaya kerja spiritual agar keberkahan daerah semakin meningkat.

“Kalau ribuan pegawai kita rutin berdoa setiap subuh, insyaallah keberkahan akan turun. Jika daerah ini berkah, rakyat akan sejahtera,” katanya.

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua FKUB Sulteng, yang menjelaskan bahwa dzikir merupakan kesadaran spiritual untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan.

“Dengan banyak mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Dan ketenangan itu sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk musibah gempa,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi implementasi program Berani Berkah Pemprov Sulteng yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemerintah berharap gerakan ini dapat diadopsi hingga kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, Kajati Sulteng Zullikar Tanjung, Wakil Ketua DPRD Sulteng Hj. Arnila Moh. Ali, Sekdaprov Dr. Novalina, para pimpinan OPD, serta ribuan jamaah dari berbagai unsur masyarakat. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *