Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Dialog Lintas Agama Perkuat Kerukunan di Kota Palu

33
×

Dialog Lintas Agama Perkuat Kerukunan di Kota Palu

Sebarkan artikel ini

Palu – Pemerintah Kota Palu menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Hal itu disampaikan saat dialog bersama antarumat beragama yang dibuka Wali Kota Palu melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Abidin, S.I.P., Senin 18/5/26, di Gedung GMKI Kota Palu.

Kegiatan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu bersama Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Palu tersebut mengangkat tema “Kota Palu Rumah Kita, Tanggung Jawab Kita.” Acara dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Abidin menilai tema kegiatan sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kota Palu yang hidup dalam keberagaman.

“Tema ini sangat relevan dan memiliki makna yang mendalam bagi kita semua. Kota Palu adalah rumah bersama. Rumah yang di dalamnya hidup berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat yang berbeda, namun tetap bersatu dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Kaban.

Ia menegaskan, menjaga kedamaian dan keharmonisan kota bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Abidin juga memberikan apresiasi kepada FKUB Kota Palu dan BAMAG LKKI atas peran aktif mereka dalam menjaga komunikasi lintas agama.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada FKUB Kota Palu dan BAMAG LKKI Kota Palu yang terus berperan aktif dalam menjaga komunikasi lintas agama, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama di Kota Palu,” kata Kaban.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi di media sosial berpotensi memunculkan provokasi dan perpecahan. Karena itu, forum dialog dinilai penting untuk memperkuat pemahaman serta menjaga situasi daerah tetap kondusif.

“Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan, tetapi jadikanlah keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Kota Palu yang lebih maju dan berkelanjutan,” tutur Kaban. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *