Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Haul Guru Tua ke-58, Anwar Hafid Dorong Penguatan Pendidikan DiniyahIsi

17
×

Haul Guru Tua ke-58, Anwar Hafid Dorong Penguatan Pendidikan DiniyahIsi

Sebarkan artikel ini

Palu — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu 1/4/26. Ribuan jamaah dari berbagai daerah tampak memadati lokasi dan mengikuti kegiatan dengan khidmat.

Dalam peringatan bertema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak”, Gubernur mendampingi Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri. Tema tersebut kembali menegaskan pentingnya ilmu dan akhlak sebagai fondasi peradaban.

Di hadapan jamaah, Anwar Hafid menekankan bahwa kehadiran masyarakat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud kecintaan yang mendalam kepada Guru Tua.

“Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, tidak mungkin kita ada di sini. Ini adalah cinta yang tidak terbatas,” ujarnya.

Ia juga mengajak Abnaul Khairaat untuk membuktikan kecintaan melalui aksi nyata.

“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” tegasnya.

Menurutnya, Guru Tua telah merancang arah kemajuan melalui pendidikan jauh sebelum konsep Indonesia Emas 2045 digaungkan.

“Guru Tua sudah membuat roadmap yang jelas. Warisan terbesar beliau adalah pendidikan. Tidak ada jalan lain untuk mengubah nasib selain pendidikan,” katanya.

Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf, dalam tausiyahnya menyoroti besarnya pengorbanan Guru Tua dalam dakwah dan pendidikan.

“Beliau menghabiskan seluruh hidupnya untuk dakwah di jalan Allah. Apa yang beliau capai, beliau wakafkan untuk umat. Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan itu,” ungkapnya.

Ia juga menggambarkan beratnya perjalanan dakwah Guru Tua ke berbagai wilayah dengan keterbatasan sarana.

“Bayangkan bagaimana perjuangan beliau di masa itu. Perjalanan penuh keterbatasan, namun beliau tetap memangkas kenikmatan hidup demi menyampaikan kebaikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mendorong kebijakan wajib belajar 13 tahun dengan memasukkan Madrasah Diniyah Awaliyah ke sistem pendidikan formal.

“Kalau wajib belajar 13 tahun, amanah Guru Tua belum masuk di dalamnya. Karena itu kita harus perjuangkan wajib belajar 13 tahun,” katanya.

Ia juga menyoroti kesejahteraan guru diniyah yang masih terbatas, serta pentingnya kepedulian bersama terhadap mereka. Selain itu, Gubernur mengungkap rencana penataan kawasan haul agar lebih nyaman bagi jamaah.

“Kita ingin tempat ini lebih representatif, lebih sejuk, dan nyaman. Ini akan kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Anwar Hafid kembali mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan Guru Tua melalui penguatan pendidikan berbasis akhlak.

“Kalau kita benar-benar cinta Guru Tua, mari kita lanjutkan perjuangannya. Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Menteri Agama RI Nasaruddin Umar serta pejabat dan tokoh lainnya. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *